Buang Air Kecil di Malam Hari Adalah Tanda Terkena Hipertensi, Benarkah?

 

Buang Air Kecil di Malam Hari Adalah Tanda Terkena Hipertensi, Benarkah?
Sumber Gambar: Pixabay

Halo, Halo, Halo para pembaca setia Gairahtalk. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang tanda dari seseorang yang sering buat air kecil di malam hari. Apakah kalian juga sering membuang air kecil di malam hari?

Mengapa saya ingin membahas masalah ini. Karena banyak mitos di luar sana, yang mengatakan buang air kecil di malam hari menjadi tanda jika orang tersebut sudah terkena diabetes. Benarkah? 

Jawabannya adalah tidak. Kenapa tidak, karena sebuah penelitian mengungkapkan hal berbeda dari pada mitos yang terkena diabetes jika buang air kecil di malam hari.

Dari sebuah penelitian terbaru yang diadakan di Jepang menghasilkan fakta, jika kebiasaan buang air kecil pada malam hari (nocturia), bisa dihubungkan dengan hipertensi dan asupan garam yang tinggi pada orang yang memiliki kebiasaan buang air kecil pada malam hari.

Nocturia adalah suatu kondisi di mana seseorang terbangun pada malam hari karena mereka ingin buang air kecil.

Pada umumnya seseorang yang sering pergi ke toilet pada malam hari termasuk memiliki asupan cairan yang tinggi, gangguan tidur, dan juga obstruksi kandung kemih.

Sedangkan orang-orang tanpa nocturia bisa tidur hingga 8 jam tanpa harus buang air kecil pada malam hari. Tapi ingat, beberapa orang mungkin hanya perlu bangun sekali saja di malam hari, ini masih dapat dianggap dalam batas normal.

Sedangkan seseorang yang sudah mengalami nocturia bisa terbangun pada malam hari 2 hingga 6 kali.

Baca Juga: Mungkinkah Rambut Kemaluan Menjadi Beruban Saat Tua?

Penjelasan Nocturia

Nocturia bisamenjadi tanda dari kondisi kesehatan lainnya, seperti prolaps kandung kemih, tumor kandung kemih (prostat), dan gangguan lainnya yang mempengaruhi kontrol sfingter seseorang.

Pada wanita hamil dan para penderita gagal jantung atau hati dan diabetes, mungkin bisa mengalami nocturia juga.

Dengan bertambahnya usia, tubuh manusia akan menghasilkan lebih sedikit hormon antidiuretik yang memungkinkan kalian untuk menahan cairan ini, yang menyebabkan produksi urin menjadi lebih banyak di malam hari dan membuat orang tersebut ingin pergi ke toilet.

Pada usia dewasa yang lebih tua juga condong kehilangan kapasitas untuk memegang kendali dan jauh lebih condong memiliki masalah medis yang berdampak pada kandung kemih.

Menurut jajak pendapat pada tahun 2003 dari National Sleep Foundation, sebanyak dua pertiga responden, yang berusia di antara 55 hingga 84 tahun, melaporkan jika mereka mengalami nocturia setidaknya beberapa malam per minggunya.

Bahkan tim peneliti telah mempresentasikan hasil studi terbaru mereka pada Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-83 yang bernama Masyarakat Sirkulasi Jepang.

Menurut hasil penelitian mereka, jika sering pergi ke toilet untuk buang air kecil pada malam hari mungkin terkait dengan asupan garam yang berlebihan dan juga tekanan darah tinggi.

"Penelitian kami menunjukkan, jika kalian perlu buang air kecil pada malam hari atau disebut nocturia. Kalian mungkin mengalami peningkatan tekanan darah atau kelebihan cairan dalam tubuh kalian," Menurut Dr. Satoshi Konno, dari Division of Hypertension di Tohoku Rosai Rumah Sakit di Sendai, Jepang. 

Hasil dari penelitian sebelumnya juga menghasilkan, jika asupan garam berlebihan dan hipertensi sangat berdampak negatif pada nokturia.

Di negara Jepang, masyarakat disana pada umumnya mengonsumsi lebih banyak sekali garam jika dibandingkan dengannegara-negara Barat. Karena inilah, masyarakat Jepang, berisiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi dari pada negara-negara di wilayah barat. 

Walaupun masyarakat di negara lain lebih condong memiliki kebiasaan makan yang berbeda dalam hal garam. Hasil dari penelitian ini juga menghasilkan jika dapat melakukan kontrol yang tepat dalam asupan garam dan tekanan darah, mungkin saja penting untuk melakukan pengobatan nokturia, tidak memandang dari sudut kebangsaan.

Bahkan para peneliti telah mendaftarkan 3.749 penduduk yang tinggal di kota Watari untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan di tahun 2017 dan mengumpulkan informasi tentang tingkat tekanan darah penduduk dan juga nokturia dengan menggunakan kuesioner.

Data telah menunjukkan, jika terbangun pada malam hari untuk buang air kecil dihubungkan dengan peluang 40% lebih besar mengalami tekanan darah tinggi, dan risiko hipertensi yang meningkat secara pesat karena jumlah nocturia setiap malam menjadi meningkat.

Dr. Konno mengungkapkan jika hasilnya tidak membuktikan hubungan, sebab, dan akibat antara nokturia dan juga hipertensi, dan semua itu mungkin tidak berlaku untuk orang-orang yang tinggal di luar negara Jepang.

"Hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk gaya hidup, asupan garam, etnis, dan juga latar belakang genetik," jelas peneliti.

Hipertensi adalah penyakit nasional di Jepang.

Asupan garam rata-rata di negara Jepang sekitar 10 gram per hari, yang lebih banyak sekitar dua kali lipat dari rata-rata asupan garam di seluruh dunia yang berada di level 4 gram per hari. Asupan garam yang berlebihan ini terkait dengan preferensi masyarakat akan makanan laut dan makanan kecap, sehingga pembatasan garam sangat sulit dilakukan, "menurut Dr. Mutsuo Harada. 

Baca Juga: 5 Cara Meminum Kopi Yang Bikin Pendek Umur

Dr. Mutsuo Harada menambahkan jika melakukan deteksi dini dan penanganan hipertensi sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit jantung.

Sangat penting untuk terus meneliti dan memahami penyebab nokturia pada seseorang. Karena gangguan-gangguan ini tidak hanya bisa disebabkan oleh masalah organ urin saja. Hal ini juga bisa disebabkan oleh penyakit seperti hipertensi.

Profesor dan presiden Masyarakat Kardiologi Eropa (ESC) Barbara Casadei menulis "Lebih dari 1 miliar orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah penyebab global utama kematian dini, yang menyebabkan hampir 10 juta kematian pada tahun 2015. Pedoman ESC merekomendasikan pengobatan untuk mengurangi risiko stroke dan juga penyakit jantung. "

"Gaya hidup sehat juga disarankan, termasuk pembatasan garam, alkohol, makan sehat, olahraga teratur, mengontrol berat badan, dan juga merokok,” ungkapnya.

Nah, itulah sebab dan alasan kenapa seseorang bisa sering bolak-balik ke toilet pada malam hari. Semoga artikel singkat ini, bisa menambahkan ilmu pengetahuan kalian semua.